Agar hasil asesmen benar-benar mencerminkan kondisi organisasi dan dapat menghasilkan rekomendasi yang relevan, terdapat sejumlah kondisi yang diperlukan sebagai berikut.
- Responden memiliki pemahaman yang memadai tentang organisasi
Asesmen sebaiknya dilakukan oleh individu yang memiliki pemahaman yang memadai mengenai kondisi organisasi. Pada organisasi yang lebih kompleks, asesmen sebaiknya melibatkan beberapa responden dari lintas unit untuk mendapatkan hasil yang lebih objektif. - Keterbukaan
Karena asesmen melibatkan persepsi terhadap kondisi organisasi, diperlukan budaya untuk mendukung keterbukaan dan kejujuran dalam memberikan penilaian. Jika responden merasa penilaian yang diberikan dapat memengaruhi judgement terhadap seseorang atau unit di organisasi, maka hasil asesmen tetap memiliki risiko bias sosial meskipun asesmen telah melibatkan banyak responden. - Komitmen organisasi
Diperlukan komitmen dari pimpinan dan aktor yang terlibat untuk menggunakan hasil asesmen sebagai dasar pembelajaran dan perbaikan organisasi, bukan hanya sebagai alat evaluasi. Jika hasil asesmen tidak ditindaklanjuti, maka manfaat kerangka kerja menjadi terbatas.