Kerangka kerja ini dirancang sebagai lensa analitis untuk membantu organisasi dalam menciptakan kondisi di mana kapabilitas pengorganisasian-diri kolektif dalam sistem sosioteknik dapat diwujudkan dan dipelihara secara seimbang untuk mendukung pembelajaran kolektif komunitas akademik secara berkelanjutan. Kondisi ini diukur berdasarkan tiga proses (tata kelola kolektif, adaptasi, dan transformasi) dan tujuh dimensi pengorganisasian-diri kolektif (visi, manusia, organisasi, sumber daya bersama, aturan, teknologi informasi, dan komunitas). Dengan mengidentifikasi kondisi-kondisi tersebut, diharapkan organisasi dapat melakukan pembelajaran reflektif, adaptif, dan transformatif pada tingkat kelompok atau organisasi yang disediakan oleh dinamika yang terjadi di lingkungannya.